KHUKRI SENJATA PRAJURIT GURKHA

Tinggalkan komentar


Khukri, Senjata Dewa Gurkha

Pasukan Gurkha masa kini yang masih menggunakan kukri sebagai salah satu senjata tempur. Walaupun sebenarnya senjata tradisional, kukri ternyata tetap dipertahankan hingga sekarang oleh pasukan Gurkha.

Bicara Gurkha pasti bicara Khukri, dan sebaliknya. Pisau unik yang satu ini adalah ikon nomor satu dan merupakan senjata yang menakutkan. Sekali terhunus oleh seorang Gurkha, Khukri harus minum darah sebelum disarungkan. Tapi benarkah mitos tersebut?

Legenda mengatakan bahwa suatu ketika, Bappa Rawal muda sebagai pendiri Gurkha bertemu dengan pandita bernama Gorakhnath yang sedang bermeditasi. Gorakhnath yang menjalani tapa brata merasa gembira bahwa Bappa Rawal merawat dan membersihkan lokasi disekitar tempat meditasinya. Sebagai tanda terimakasihnya, Gorakhnath menghadiahi Bappa Rawal dengan sebilah pisau sakti Khukri, yang kemudian menjadi senjata wajib bagi semua Gurkha yang mengikut Bappa Rawal, dan selalu hadir saat Gurkha berhasil menaklukkan wilayah-wilayah di sekitarnya. Lagi

KOMANDO PASUKAN KHUSUS (KOPASSUS) TNI AD

1 Komentar


Sejarah KOPASSUS

Komando Pasukan Khusus yang disingkat menjadi Kopassus adalah bagian dari Bala Pertahanan Pusat yang dimiliki oleh TNI Angkatan Darat yang memiliki kemampuan khusus seperti bergerak cepat di setiap medan, menembak dengan tepat, pengintaian, dan anti teror.

Logo Kopassus

Logo Kopassus

Dalam perjalanan sejarahnya, Kopassus berhasil mengukuhkan keberadaannya sebagai pasukan khusus yang mampu menangani tugas-tugas yang berat. Beberapa operasi yang dilakukan oleh Kopassus diantaranya adalah operasi penumpasan DI/TII, operasi militer PRRI/Permesta, Operasi Trikora, Operasi Dwikora, penumpasan G30S/PKI, Pepera di Irian Barat, Operasi Seroja di Timor Timur, operasi pembebasan sandera di Bandara Don Muang-Thailand (Woyla), Operasi GPK di Aceh, operasi pembebasan sandera di Mapenduma, serta berbagai operasi militer lainnya. Prajurit Kopassus dapat mudah dikenali dengan baret merah yang disandangnya, sehingga pasukan ini sering disebut sebagai pasukan baret merah. Kopassus memiliki moto Berani, Benar, Berhasil.

Sejarah Kopassus

Kesko TT III/Siliwangi
Pada tanggal 15 April 1952, Kolonel A.E. Kawilarang mendirikan Kesatuan Komando Tentara Territorium III/Siliwangi (Kesko TT). Ide pembentukan kesatuan komando ini berasal dari pengalamannya menumpas gerakan Republik Maluku Selatan (RMS) di Maluku. Saat itu A.E. Kawilarang bersama Letkol Slamet Riyadi (Brigjen Anumerta) merasa kesulitan menghadapi pasukan komando RMS. A.E. Kawilarang bercita-cita untuk mendirikan pasukan komando yang dapat bergerak tangkas dan cepat. Komandan pertama saat itu adalah Idjon Djanbi. Idjon Djanbi adalah mantan kapten KNIL Belanda kelahiran Kanada, yang memiliki nama asli Kapten Rokus Bernardus Visser. Pada tanggal 9 Februari 1953, Kesko TT dialihkan dari Siliwangi dan langsung berada di bawah Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD). Lagi

PERANG VIETNAM (Kekalahan Terbesar AS)

Tinggalkan komentar


Kekalahan Terbesar AS Dalam Sejarahnya

Mungkin benar bahwa dalam Perang Vietnam yang berlangsung dari tahun 1959 sampai jatuhnya Saigon tahun 1975, tentara Amerika selalu menang dalam setiap pertempuran besar melawan pasukan Vietnam Utara dan Viet Cong. Namun tragisnya, kesudahan perangnya menunjukkan Amerika lah yang justru mengalamai kekalahan perang terbesar sepanjang sejarahnya. Mengapa tragedi seperti itu dapat terjadi?

War Of Vietnam

JAWABAN atas pertanyaan itu adalah dengan merunut latar belakang sejarah yang mengantar terjadinya Perang Vietnam. Kenyataan menunjukkan, sebelum AS melibatkan diri dalam perang di Asia Tenggara ini, orang Amerika dari rakyatnya hingga para ilmuwan, kaum militer, dan para politisinya, praktis sama sekali tidak mengenal Vietnam. Perhatian dan pengetahuan mereka tentang negeri itu, termasuk kondisi fisik, sejarah, dan kultur rakyatnya, adalah nol besar!

Orang Barat memang sudah lama mengetahui keberadaan Asia Timur termasuk Asia Tenggara. Namun kesadaran mereka baru terbuka pada abad ke-19 tatkala politik kolonialisme mereka mulai menjamah wilayah itu, khususnya oleh Perancis di kawasan yang mereka namakan ‘Indochina’. Namun orang Perancis dikenal amat protektif terhadap wilayah kolonialnya. Mereka tidak mau orang lain mengetahui, apalagi mencampuri urusan wilayah jajahannva. Akibatnya, orang Barat lainnya tidak peduli dan tidak banyak tahu mengenai kawasan Asia Tenggara yang dikuasai Perancis. Oleh karena itu, sewaktu Amerika menjelang berakhirnya Perang Dunia II mulai merasakan kepentingan untuk mengetahui persoalan di Asia Tenggara, khususnya kawasan Indochina, mereka tak tahu apa-apa. Misalnya atlas atau peta wilayah itu pun tidak menunjukkan adanya negeri yang bernama Vietnam. Sebab nama itu disembunyikan di bawah sebutan “French Indochina”, atau Indochina-nya Perancis! Istilah “Indochina” sendiri membingungkan, karena menimbulkan kesan sepertinya sebagai kawasan tambahannya China. Padahal tak ada sangkutan meskipun pada zaman dahulu China pernah menjajah Vietnam. Lagi

K.H. ZAINUDIN MZ DAI SEJUTA UMAT

Tinggalkan komentar


K.H. ZAINUDIN MUHAMMAD ZEIN  DAI KONDANG  SEJUTA UMAT

Kiai Haji Zainuddin Hamidi atau dikenal sebagai K.H. Zainuddin Muhammad Zein (lahir di Jakarta, 2 Maret 1952 – meninggal di Jakarta, 5 Juli 2011 pada umur 59 tahun) adalah seorang pemuka agama Islam di Indonesia yang populer melalui ceramah-ceramahnya di radio dan televisi. Julukannya adalah “Da’i Sejuta Umat” karena dakwahnya yang dapat menyentuh seluruh lapisan masyarakat. Ia pernah menjabat sebagai ketua umum Partai Bintang Reformasi, kemudian digantikan oleh Bursah Zarnubi.

Kegemaraan sosok dai sejuta umat ini mengiringi kematiannya beberapa hari yang lalu. Disebutkan oleh anaknya, Fikri Haikal, bahwa sesaat sebelum ayahnya meninggal, KH. Zainuddin MZ sempat makan nasi uduk dan memesan gudeg. Sayang, gudeg belum sempat dimakannya karena ia keburu pingsan dan akhirnya meninggal dunia dalam perjalanan menuju rumah sakit. Di balik kehebatannya bertausiyah, merangkai tausiyah yang sarat makna, sesungguhnya KH. Zainuddin MZ hanyalah seorang manusia biasa. Dia juga suka nasi uduk dan gudeg. Bagi kebanyakan orang, nasi uduk dan gudeg adalah simbol makanan rakyat. Karena itu, saat almarhum suka keduanya, maka ia tak pernah lupa siapa jati dirinya sebagai orang Betawi, meski telah menjelma menjadi orang hebat dalam dunia dakwah, tidak saja untuk ukuran Jakarta, tapi juga nasional. Saat penulis masih kecil, ketika mendengar nama Zainuddin MZ mau tampil di suatu tempat tertentu, maka keluarga berbondong-bondong datang untuk mendengar tausiyah-tausiyahnya yang tidak hanya cerdas dan sarat makna, tapi juga penuh nilai parodi. Atas gaya dakwah yang seperti itulah, saat itu Zainuddin sempat diklaim sebagai pendakwah yang tidak serius, karena lebih menjual leluconnya. Tapi, dakwah-dakwahnya akhirnya diterima kebanyakan orang, bahkan kemudian menjadi trendsetter untuk dakwah masa kini. Jika orang bicara dangdut, yang menjadi trendsetter adalah H. Rhoma Irama. Tapi ketika kita bicara masalah dakwah, maka kita tak ragu lagi untuk menyebut nama Zainuddin MZ, seperti halnya Muammar ZA untuk dunia tilawah (qiraah). Lagi

%d blogger menyukai ini: