WESTERLING SANG PENJAGAL DARI NEATHERLAND

Tinggalkan komentar


WESTERLING TENTANG WESTERLING

Lima tahun yang lalu, di Amsterdam terbit buku Westerling de Eenling, Westerling si Tunggal keluaran Telebook, B.V Buku itu sebetulnya tulisan seorang wartawan Prancis, Dominique Venner, yang tadinya berjudul  Westerling, Guerilla Story. Terjemahannya ke bahasa Belanda diberi tambahan dan catatan oleh Westerling. Jelas ini bukan buku sejarah, tetapi kisah petualangan versi Westerling sendiri. Sudut pandangnya sudah tentu dari pihak ‘sana’. Mungkin menarik juga untuk melihat lewat kaca mata pria yang terkenal kekejamannya itu, yang meninggal 26 November ’87.

Pada malam tanggal 10 Desember 1946, lima hari setibanya di Sulawesi, Kapten Raymond Westerling mulai melakukan tindakan yang disebutkannya aksi pembersihan. Sasaran Komanan Pasukan Baret Hijau itu ialah wilayah disebelah selatan jalan raya ke Maros yang berbatasan dengan bagian Timur Makasar (Ujung Pandang). Opersi itu direncanakan dengan amat seksama. Sebelumnya Westerling mengirimkan empat orang mata – mata yang tidak saling mengenal dan mengira bahwa mereka bekerja sendiri, untuk membaurkan diri diantara rakyat selama beberapa hari. Tugas mereka dipermudah karena banyak gelandangan dari pedalaman yang membanjiri  daerah kota Makasar. Westerling ingin tahu identitas para pemimpin dan anggota utama Organisasi badan – badan Perjuangan, tempat menyimpan senjata, sistem penjagaan pengamanan dan penempatan penjagaan atau pengintaian. Setelah mempunyai data lengkap, Westeling membandingkan dan memadukan laporan intel dari pelbagai instansi di Makasar  dengan info anak buahnya sendiri. Ia membuat daftar hitam dari 74 orang anggota badan perjuangan dan juga dari perampok. Lagi

TENZING NORGAY ( 1914 – 1986 ) MENGGAPAI ATAP DUNIA MOUNT EVEREST

1 Komentar


TENZING NORGAY, PENAKLUK PERTAMA MOUNT EVEREST ( 29 MEI 1953 )

Tenzing Norgay adalah salah asatu dari dua penakluk pertama puncak tertinggi didunia pada tanggal 29 Mei 1953. Anak petani suku Sherpa yang miskin ini, terkenal didunia dengan julukan Harimau Salju. Tenzing meninggal tahun 1986 diusia 72 tahun. Ringkasan perjuanagan mencapai “Atap Dunia” ini diambil dari Otobiografinya berjudul  Man Of Everest (1955) seperti dituturkannya kepada James Ramsey Ullman.

Tenzing Norgay memang dilahirkan di negeri tinggi membeku, Solo Khumbu, ditimur laut Nepal. Wilayah ini terdiri atas dua distrik bertopografi berbeda. Distrik Solo diselatan, adalah dataran rendah, sedangkan distrik Khumbu diutra terletak didataran tinggi yang amat dekat dengan jajaran pegunungan Himalaya. Dari distrik diutara inilah Tenzing dan harimau – harimau salju lainnya berasal. Ketika ia dilahirkan Nepal baru saja terbuka dari dunia luar. Dimasa itu hanya ada dua cara untuk mencapai Khatmandu, ibu kota negeri, yaitu jalan kaki atau terbang dengan pesawat. Solo Khumbu masih jauh lagi dari situ. Tenzing dilahirkan di Tsa Chu sebuah kampung didekat gunung besar yang disebut Makalu. Dia mengaku tak tahu persis kapan tanggal lahirnya, msebab dimasa itu dulu kalender Tibet tidak menyebutkan tanggal. Sistem kalender Tibet Cuma menyebutkan tahun saja dengan nama – nama binatang macam kuda, harimau, banteng, burung atau ular. Tenzing dilahirkan pada tahun Yoa (kelinci) atau tahun 1914. Sedangkan bulannya dai mencoba mengingat ingat cuaca dan tumbuhan ketika daia dilahirkan, lalu memperkirakan sekitar akhir Mei. “ Ini pertanda baik, karena khir bulan bulan Mei terbukti menjadi waktu yang terpenting dalam hidup saya,” kata Tenzing. Tanggal 28 Mei 1952 dia hampir saja mencapai puncak Everest. Setahun kemudian tanggal 29 Mei 1953 dia bahkan mencapainya untuk pertama kali dalam sejarah manusia. Kedua orang tuanya Ghang La Mingma dan Kinzom dari kampung Tamey, mempunyai tujuh putra dan enam putri. Tenzing sendiri anak ke 11. Tenzing tadinya diberi nama Namgyal Wangdi, tapai seorang lama ( pendeta budha dari Tibet ) menggantinya menjadi Tenzing Norgay atau Norkay. Pendeta dari Rongbuk ( Tibet ) itu bilang Namgyal Wangdi adalah reinkarnasi seorang pria kaya yang meninggal di Solo Khumbu dan oleh karena itu namanya harus diganti supaya menguntungkan. Norgay artinya kaya atau beruntung, sedangkan Tenzing artinya pendukung agama. Kedua orang tua Tenzing Norgay mengharapkan nama baru itu membawa perubahan dan harapan yang lebih baik. Kehidupan yang keras menyebabkan kematian mejadi terlalu dekat dengan orang Solo Khumbu. Dari keluarga besar itu ternyata hanya Tenzing dan tiga saudara perempuannya saja yang terus hidup dan tumbuh dewasa. Ayahnya meninggal  ketika Tenzing berusia 35 tahun. Kinzom ibunya masih menetap di Thamey sampai tahun 1955. Dia masih sempat menyaksikan keberhasilan Tenzing mencapai puncak Everest tahun 1953. “ saya sangat gembira melihatnya kembali sejak bertahun – tahun tidak bertemu,” kata Tenzing ketika mengunjunginya di Thamey setelah keberhasilannya itu. Lagi

KIAT MENGELOLA STRES

Tinggalkan komentar


Membina keharmonisan dalam keluarga yang sibuk memang bukan pekerjaan yang mudah apalagi dengan beban pekerjaan dan tuntutan pekerjaan yang tinggi praktis tidak ada waktu luang tersisa hanya untuk sekedar berbagi dengan keluarga.  Berikut Tips memgelola stress sebagai salah satu hal yang berkaitan erat dalam membina keharmonisan keluarga

  1. Tingkah laku, misalnya pengelolan waktu yang baik, mampu mengekspresikan/mengutarakan pendapat.
  2. Kebutuhan fisik dengan melakukan olah raga, relaksasi dan makanan yang bergizi dengan diet yang tepat.
  3. Penyesuaian kognisi dengan mnganalisa hal – hal yang menyebabkan stres sehingga bisa dipahami dan akhirnya akan dihindari.
  4. Meningkatkan rasa humor karena secara medik akan meningkatkan anapkrime dalam tubuh sehingga daya tahan tubuh terhadap stres dan penyakit juga meningkat.
  5. Melakukan kegiatan yang berbedadari yang yang sedang ditekuni untuk mencegah kejenuhan dan kebosanan rutinitas.
  6. Memiliki tujuan tujuan yang hendak dicapai yang selalu disesuaikan dengan kenyataan, baik kemampuan yang dimiliki maupun keadaan lingkungan yang memungkinkan tercapainya tujuan tersebut.
  7. Persiapkan tugas – tugas yang hendak dilaksanakan dengan cermat dan terstruktur/terjadwal.
  8. Jadikan rumah sebagai tempat berbagi bersama keluarga, tempat yang kondusif untuk istirahat, tempat yang nyman untuk memulihkan tenaga sehabis bekerja.

Beberapa hal tersebut diatas akan berdampak pada peningkatan harga diri, kepercayaan diri, dan penerimaan diri yang meningkat serta daya tahan tubuh kuat dan tahan stres.

%d blogger menyukai ini: