TEORI PERGERAKAN LEMPENG TEKTONIK

3 Komentar


TEORI PERGERAKAN LEMPENG TEKTONIK

Teori tektonika Lempeng (bahasa Inggris: Plate Tectonics) adalah teori dalam bidang geologi yang dikembangkan untuk memberi penjelasan terhadap adanya bukti-bukti pergerakan skala besar yang dilakukan oleh litosfer bumi. Teori ini telah mencakup dan juga menggantikan Teori Pergeseran Benua yang lebih dahulu dikemukakan pada paruh pertama abad ke-20 dan konsep seafloor spreading yang dikembangkan pada tahun 1960-an.

Lempeng-lempeng tektonik.

Lempeng-lempeng tektonik di bumi barulah dipetakan pada paruh kedua abad ke-20.

Bagian terluar dari interior bumi terbentuk dari dua lapisan. Di bagian atas terdapat litosfer yang terdiri atas kerak dan bagian teratas mantel bumi yang kaku dan padat. Di bawah lapisan litosfer terdapat astenosfer yang berbentuk padat tetapi bisa mengalir seperti cairan dengan sangat lambat dan dalam skala waktu geologis yang sangat lama karena viskositas dan kekuatan geser (shear strength) yang rendah. Lebih dalam lagi, bagian mantel di bawah astenosfer sifatnya menjadi lebih kaku lagi. Penyebabnya bukanlah suhu yang lebih dingin, melainkan tekanan yang tinggi. Lapisan litosfer dibagi menjadi lempeng-lempeng tektonik (tectonic plates). Di bumi, terdapat tujuh lempeng utama dan banyak lempeng-lempeng yang lebih kecil. Lempeng-lempeng litosfer ini menumpang di atas astenosfer. Mereka bergerak relatif satu dengan yang lainnya di batas-batas lempeng, baik divergen (menjauh), konvergen (bertumbukan), ataupun transform (menyamping). Gempa bumi, aktivitas vulkanik, pembentukan gunung, dan pembentukan palung samudera semuanya umumnya terjadi di daerah sepanjang batas lempeng. Pergerakan lateral lempeng lazimnya berkecepatan 50-100 mm/a. Selengkapnya

AWAS ….! PULAU SUMATRA BERGESER

Tinggalkan komentar


PULAU SUMATRA YANG BERGESER

Kerak bumi yang tersusun atas lempeng – lempeng diam – diam terus bergerak. Pulau Sumatara yang dekat dengan batas lempeng Samudra Hindia dan lempeng Eurasia kena getahnya : ikut bergeser. Gempa bumi sering melanda kawasan itu. Kecepatan pergerseran yang hanya beberapa centimeter per tahun itu kini diukur dengan alat GPS. Seperti tulisan wartawan Intisari G. Sujayanto

Proses Terjadinya gempa & TsunamiKenapa pulau Sumatra persisnya dikawasan sepanjang bukit Barisan dari Aceh hingga teluk Semangko (Lampung), menjadi langganan gempa bumi ? tentu bukan akibat marahnya atau menggeliatnya naga raksasa penjaga perut bumi. Semua itu karena Pulau Sumatra, pulau yang luasnya 3,5 kali pulau Jawa ini kebetulan posisinya dekat sekali dengan batas antara lempeng Samudra Hindia dan lempeng Eurasia, yang secara terus menerus saling bertabrakan. Benturan antar lempeng itu bukan baru kemarin sore terjadi, tetapi sejak 40 juta tahun yang lalu. “Akibatnya posisi pulau Sumatara yang dulu kira kira sejajar dengan pulau Jawa, lambat laun mengalami perputaran dan bergerak pelan searah jarum jam hingga posisinya seperti sekarang ini, ”ungkap Prof. DR. J.A Katili, Penasehat Menteri Pertambangan dan Energi serta  Menristek pada masa itu. Menurut pakar Geologi Indonesia ini, tabrakanyang membuat pulau Sumatra berputar itu mengakibatkan rekahan memanjang dan relatif lurus sepanjang Pulau Sumatra diatas pegunungan Bukit Barisan yang kemudian dikenal dengan patahan besar Sumatra. Patahan ini dapat dilihat mulai dari Aceh sampai Teluk Semangko sepanjang 1.350 Km. Selengkapnya

%d blogger menyukai ini: