AK -47  /AVTOMAT KALASHNIKOV 1947
Senapan Serbu yang mendunia

AK-47 (singkatan dari Avtomat Kalashnikova 1947, Rusia: Автомат Калашникова образца 1947 года) adalah senapan serbu yang dirancang oleh Mikhail Kalashnikov, diproduksi oleh pembuat senjata Rusia IZhMASh, dan digunakan oleh banyak negara Blok Timur semasa Perang Dingin. Senapan ini diadopsi dan dijadikan senapan standar Uni Soviet pada tahun 1947. Jika dibandingkan dengan senapan yang digunakan semasa Perang Dunia II, AK-47 mempunyai ukuran lebih kecil, dengan jangkauan yang lebih pendek, memakai peluru dengan kaliber 7,62 x 39 mm yang lebih kecil, dan memiliki pilihan tembakan (selective-fire). AK-47 termasuk salah satu senapan serbu pertama dan hingga kini merupakan senapan serbu yang paling banyak diproduksi.

AK-47

AK-47

Mikhail Kalashnikov, perancangnya, pernah punya pengalaman menarik. “Ketika bertemu dengan menteri pertahanan Mozambik, ia menghadiahi saya sebuah bendera Mozambik. Saya kaget, gambar senjata Kalashnikov ternyata menjadi bagian tak terpisahkan dan tertera di bendera negeri itu,” tutur Mikhail Kalashnikov. Keterkejutan Kalashnikov tak berhenti hingga di situ. Menteri Pertahanan Mozambik mengatakan kepadanya, ketika pejuang-pejuang kemerdekaan Mozambik pulang ke kampung halaman masing-masing, mereka ramai-ramai menamai anak-anaknya dengan nama “Kalash”.

Dipakai Amerika, Israel, dan Hezbollah
TIDAK hanya di Mozambik, Kalashnikov dan senjata bikinannya dikenang orang. Lihat saja di Lebanon. Kelompok pejuang Islam Hezbollah juga mencantumkan gambar AK-47 dalam bendera mereka. Illustrasi AK-47 turut membentuk aksara yang merangkum tulisan “Allah” dalam bendera itu. Dan organisasi pergerakan yang mencantumkan Avtomat Khalashnikov dalam lambang atau emblem mereka jelas tak hanya Hezbollah.
Tapi, apa yang menyebabkan senjata ini sangat populer, hingga bisa disebut sebagai senapan serbu yang paling banyak digunakan di dunia? Senjata serbu AK-47 adalah senapan kaliber 7,62 mm buatan Uni Soviet, yang menembak dengan cara otomatis maupun semi otomatis. AK-47 jenis standar, yang diproduksi pertama kali pada 1949, punya gagang yang terbuat dari kayu. Sementara jenis yang lebih kontemporer, yang dikenal juga dengan nama AKS, punya gagang metal yang bisa dilipat.
Ada pula AKM, jenis yang lebih modern, yang dikeluarkan pada 1961, punya tempat bayonet dan selongsong peluru lebih tegak. Tetapi, seluruh jenis senjata AK itu punya kesamaan. Semua jenis AK bisa dipasangi pelontar granat dan, yang lebih penting, bisa tetap berfungsi dalam kondisi yang sangat ekstrem. AK bisa tetap berfungsi baik di wilayah dengan temperatur ekstrarendah, mudah digunakan dalam kendaraan yang bergerak cepat, bahkan masih tetap berfungsi walau telah dibenamkan di dalam air, lumpur, atau pasir.
Selain itu, harga AK juga relatif lebih murah dibandingkan dengan senapan serbu lain sekelasnya. Kebandelan dan ketangguhan AK ini bisa dengan mudah membuat kelemahannya, yakni kecenderungan larasnya untuk mudah panas, tak lagi ringan atau akurat menurut ukuran senjata modern, seolah terlupakan. Kepopuleran senapan serbu AK memang sulit dilawan. Bahkan tentara Amerika dan Israel juga selalu punya persediaan senjata jenis ini. Mereka akan menggunakannya jika menyusup dan tak ingin dikenali pasukan lokal di wilayah tertentu. Hingga kini, varian AK yang teranyar masih menjadi standar di berbagai kesatuan elit dunia. Satuan elite kepolisian Republik Indonesia, Brimob misalnya, masih tercatat menggunakan AK-101.
Riwayat sang pembuatnya
Legenda Kalashnikov berawal dari Desa Kurya, sebuah desa kecil di wilayah Altai, Siberia Barat, Rusia. Di desa itulah, pada 10 November 1919, lahir Mikhail Timofeevich Kalashnikov, perancang senapan serbu AK-47. Mikhail Kalashnikov lahir sebagai anak ke-17 dari 18 anak keluarga Kalashnikov. Keluarga petani ini sangat miskin hingga, dari 18 anak itu, hanya enam yang bisa bertahan hidup. Setelah menyelesaikan pendidikan dasar dan menengah sembilan tahunnya, Mikhail Kalashnikov muda magang di stasiun kereta api Matai.
Bergabung Dengan Tentara Merah
TAK lama kemudian, Kalashnikov pun diterima bekerja sebagai petugas teknik di Departemen Kereta Api Turkistan-Siberia. Sejak muda Mikhail Kalashnikov sudah menunjukkan ketertarikan yang luar biasa pada soal-soal senjata. “Sejak pertama kali saya melihat pistol bisa dipecah-pecah menjadi bagaian yang lebih kecil, saya sudah tahu bahwa takdir saya terkait dengan senjata,” katanya kepada The Moscow Times. Pada 1938 garis hidup Mikhail Kalashnikov menjadi jelas ketika ia dipanggil untuk masuk dinas militer Tentara Merah Uni Soviet.
Oleh Tentara Merah, Mikhail Kalashnikov dinilai punya bakat sebagai teknisi, hingga ia dikirim untuk belajar ke sekolah mekanik tank di Kiev. Sebagai teknisi tank, prestasinya tak mengecewakan. Satu di antara peralatan yang pernah dirancang Kalashnikov di Angkatan Darat adalah peralatan penghitung untuk mencatat jumlah tembakan yang diletuskan dari senjata tank. Kalashnikov juga mendesain pengukur jarak tempuh tank, dan peralatan khusus yang meningkatkan efektivitas tembakan senjata yang ada di menara putar tank
Pada Juni 1941, Mikhail Kalashnikov sebenarnya telah diundang datang ke Leningrad oleh Komandan Tentara Merah, Jenderal G.K. Zhukov, untuk memikirkan penerapan dan penyempurnaan temuan-temuannya. Tetapi, pada tahun itu juga meletuslah Perang Dunia I, dan Kalashnikov diangkat menjadi komandan tank T-38, dan terjun ke medan perang. Dalam sebuah pertempuran melawan pasukan Nazi, Oktober 1941, Kalashnikov terluka di bahu dan punggungnya. Kalashnikov pun masuk rumah sakit.
Di rumah sakit, pertanyaan seorang prajurit yang terbaring di sebelah tempat tidurnya membuat Kalashnikov tak bisa tidur. Prajurit itu bertanya dengan lugu, mengapa prajurit Soviet cuma punya satu senjata untuk dua atau tiga orang, sementara setiap tentara Jerman bisa punya senjata otomatis yang bagus. “Maka saya pun merasa perlu mendesain sebuah senjata baru. Karena saya prajurit, maka saya berniat merancang senapan mesin khusus untuk prajurit,” kata Kalashnikov.
Itulah asal mula kelahiran senjata serbu Avtomat Kalashnikov, atau yang kelak lebih dikenal sebagai AK-47. Pertanyaan prajurit muda itu menumbuhkan keinginan dalam diri Kalashnikov untuk merancang senapan mesin yang bisa membawa peluru banyak, namun cukup ringan, serta bisa diproduksi massal dengan biaya murah. Untuk itu, Kalashnikov tak bosan-bosannya mempelajari senjata semiotomatis Schmeisser yang telah berhasil dikembangkan pasukan Jerman. Dibandingkan dengan senjata pasukan Soviet, Schmeisser memang jauh lebih baik.
Stalin Tidak Tertarik
KETIKA sedang menjalani cuti sakit di Matai, Kalashnikov memakai kesempatan itu untuk bekerja di bengkel yang ada. Ia bekerja lumayan keras untuk mengerjakan rancangan awal desain senjatanya. Ketika model contoh senjatanya siap, Mikhail Kalashnikov membawanya ke Institut Aviasi Moskow. Pada Juni 1942, model kedua dari senjata serbu ini berhasil diselesaikan di bengkel Institut Aviasi Moskow. Model inilah yang dikirimkan ke Akademi Perlengkapan Perang Dzerzhinsky.
Melihat model yang dikirimkan, ilmuwan Soviet yang paling terkemuka di bidang persenjataan, A.A. Blagonravov, sangat tertarik. Blagonravov memang tak merekomendasikan senjata itu untuk digunakan oleh Tentara Merah, tapi ia mengaku terkejut melihat bakat si pembuat senjata. Hasil karya Kalashnikov dinilai Blagonravov sangat orisinal. Ketertarikan ini membuat Blagonravov memutuskan untuk mengundang Kalashnikov belajar studi senjata di bawah bimbingannya.
Maka sejak 1942, secara resmi Kalashnikov pun menjadi pegawai di Pusat Riset Senjata Ringan di Direktorat Persenjataan Utama Tentara Merah. Pada 1944, Kalashnikov berhasil menciptakan sebuah model percobaan yang jauh lebih baik dengan karabin yang bisa mengisi sendiri. Model inilah yang dalam pengembangannya kemudian berhasil mengatasi berbagai pengujian berat Angkatan Darat Soviet. Pada 1947, senjata hasil buah pikir Kalashnikov itu pun mulai dibuat secara massal.
Angka 47 di belakang inisial Avtomat Kalashnikov memang menunjukkan 1947, tahun produksi massal pertama senjata itu. Pada awalnya, senjata ciptaan sersan Kalashnikov ini tak dilirik sama sekali oleh Joseph Stalin dan petinggi Rusia lainnya. Mereka tetap jauh lebih tertarik pada senapan Simonov (SKS) yang pada saat itu sangat terkenal. Baru pada 1949, temuan Kalashnikov ini ditetapkan sebagai senapan resmi Tentara Merah, sekaligus dibaptis dengan nama resmi “Kalashnikov”.
 Pada tahun itu pula Kalashnikov sekaligus memperoleh penghargaan Hadiah Stalin Kelas Satu. Sejak 1949, Mikhail Kalashnikov, yang memilih tinggal dan bekerja di Izhevsk, berubah dari penemu otodidak menjadi perancang senjata paling terkemuka di Angkatan Darat Uni Soviet. Satu di antara pencetus popularitas AK-47 adalah Perang Dingin.
Masih Mendesain “Saiga”
PADA masa Perang Dingin itu, Uni Soviet rajin mengekspor AK-47 ke berbagai negara Eropa Timur dan sekutu-sekutunya di belahan dunia lain. Dengan enteng Uni Soviet memberikan cetak-biru senjata serbu ini kepada Polandia dan Bulgaria. Sejak itu, popularitas AK-47 pun tak terbendung. Hingga kini, tercatat tak kurang dari 55 negara yang angkatan bersenjatanya menggunakan AK-47 –atau tiruannya. Dan berkat prestasinya, pemerintah Uni Soviet pun memanjakan Mikhail Kalashnikov dengan berbagai penghargaan.
 Selain dianugerahi Penghargaan Stalin, Kalashnikov juga memperoleh sederet penghargaan lain. Misalnya Penghargaan Pahlawan Buruh Sosialis pada 1958 dan 1976, Penghargaan Lenin 1964, dan sederet panjang penghargaan lain. Pada 1971 ia memperoleh gelar doctor honoris causa dalam ilmu rekayasa teknik. Pangkat kemiliterannya pun terus menanjak. Ia pensiun dengan pangkat terakhir mayor jenderal.
Kini, di usia 83 tahun, Kalashnikov masih menetap di Izhevsk, kota industri di kaki Pegunungan Ural. Ia hingga kini masih mendesain senjata, yakni senjata serbu “Saiga” yang masih bisa dikatakan sebagai pengembangan lebih jauh dari AK-47. Senjata berburu ini diekspor oleh Kalashnikov Joint Stock Co., sebuah industri diversifikasi dari Perusahaan Senjata Izhevsk.
 Bagaimana kini Mikhail Kalashnikov bisa membenarkan begitu banyak darah yang telah tertumpah dan begitu banyak nyawa yang telah melayang akibat senjata rancangannya? Kepada The Independent, Kalashnikov memberikan jawaban. Menurut dia, semua konflik yang melibatkan senjata rancangannya muncul karena selalu akan ada pihak yang ingin berbicara dengan kekuatan senjata. “Tetapi saya percaya, akan datang suatu hari ketika senjata saya tak diperlukan lagi,” katanya.
“Saya juga ingin dunia tahu, bahwa saya tak menghabiskan hidup hanya untuk merancang senjata. Saya juga menulis beberapa buku,” kata Kalashnikov. Dengan buku-buku itu Kalashnikov ingin menyampaikan pesan abadi ke masa depan. “Saya ingin mengajarkan pada kaum muda, bagaimana cara yang benar untuk mencintai keluarga, orangtua, dan juga mencintai sejarah,” katanya. Sampai kini AK-47 menjadi senjata paling populer di dunia. Diperkirakan sekitar 100 juta AK-47 beredar di seluruh dunia. Namun, Kalashnikov mengaku tidak mendapat penghasilan uang dari hal ini, penghasilannya hanya berasal dari uang pensiun.

Kalashnikov telah menciptakan senjata dengan desain yang sederhana, mudah diproduksi secara massal, mudah digunakan bahkan oleh tentara yang kurang terlatih tanpa kehilangan kemampuannya untuk mematikan. Sifat-sifat ini membuat AK-47 menjadi senjata yang efektif dan andal bagi paramiliter dan dalam peperangan kota. AK-47 menjadi simbol revolusi dan bahkan beberapa negara mencantumkan gambar AK-47 sebagai bagian dari lambang negara. Nama Kalashnikov juga digunakan untuk berbagai barang seperti payung, pisau dan vodka. Kalashnikov sering ditanya apakah ia merasa bersalah hasil ciptaannya digunakan dalam berbagai konflik berdarah. Namun ia berkilah dengan berkata,”Tujuan saya menciptakan senjata adalah untuk membela tanah air saya. Bukan salah saya jika Kalashnikov menjadi terkenal di dunia dan digunakan di daerah konflik. Yang harus disalahkan adalah kebijakan negara-negara tersebut bukan perancang senjatanya”. Ia juga berkata bahwa ia tidak tahu bagaimana senjata ciptaannya bisa ada di tangan para teroris dan bandit. Ia bangga dengan hasil karyanya meski ia mengaku akan lebih senang seandainya bisa membuat mesin yang dapat membantu petani, misalnya mesin pemotong rumput.

Latar belakang desain

Pada Perang Dunia II, Jerman menciptakan konsep senapan serbu. Konsep ini didasari pengalaman bahwa pertempuran modern lebih banyak terjadi pada jarak yang cukup dekat, yaitu sekitar 100 meter. Tenaga dan jangkauan peluru pada saat itu ternyata terlalu besar. Maka, Jerman mulai mengembangkan peluru dan senapan yang mempunyai sifat submachine gun (isi magazen banyak dan bisa menembak full-otomatis) dengan peluru yang jangkauannya bisa sampai 300 meter. Dengan mempertimbangkan biaya produksi, ini dicapai dengan memendekkan peluru 7,92 x 57 mm Mauser menjadi ukuran 33 mm yaitu 7,92 x 33 mm Kurz (Kurz berarti pendek).

Hasil akhirnya, Sturmgewehr 44 (StG44), memang bukan senapan pertama yang menggunakan konsep ini; sebelumnya Italia dan Uni Soviet pernah merancang konsep yang serupa. Tetapi, Jerman adalah yang pertama untuk memproduksi masal senapan mereka. Jerman banyak menggunakan senapan baru mereka untuk menghadapi Soviet di Front Timur. Pengalaman Uni Soviet melawan Jerman inilah yang memengaruhi doktrin Soviet pada tahun-tahun berikutnya.

Berdasarkan doktrin Soviet, Mikhail Kalashnikov mulai memikirkan desain senapannya sejak di rumah sakit, setelah terluka pada pertempuran di Bryansk. Ia mendapat informasi bahwa sebuah senjata baru sedang dicari, untuk dipakai dengan peluru 7,62 x 41 mm yang dibuat oleh Elisarov dan Semin pada 1943. Tapi kali itu, desain Kalashnikov kalah melawan desain Sudayev, yaitu PPS43. Kalashnikov mengubah desain pertamanya setelah ia mempelajari StG44 Jerman pada tahun 1946. Karena rancangannya cukup mengesankan, Kalashnikov lalu dipilih untuk memimpin sebuah tim desain.

Konsep desain

Meskipun mirip, Mikhail Kalashnikov menyangkal bahwa desainnya dibuat berdasarkan StG44 Jerman. AK-47 lebih tepat dikatakan sebagai campuran dari inovasi-inovasi pada tahun-tahun sebelumnya. Misalnya, mekanik AK-47 lebih mirip M1 Garand daripada senapan-senapan Jerman. Locking lugs ganda, unlocking raceway, dan mekanisme pelatuk telihat mirip desain Amerika tersebut.[4] Ini adalah hal yang wajar, mengingat bahwa jutaan M1 Garand telah sukses dipakai di segala penjuru dunia. Walau secara mekanis mirip dengan M1 Garand, konsep peluru, tata letak komponen, sistem gas, dan metode perakitan AK-47 jelas mirip dengan StG44.[5]

Jeniusnya AK-47 adalah, bahwa desainnya paling tepat untuk produksi masal. Jadi AK-47 berhasil menggabungkan keunggulan M1 Garand dengan StG44, dan bisa diproduksi dengan cepat oleh Uni Soviet pada saat itu.

Perkembangan receiver

AK-47 Tipe 3A (atas), dengan pendahulunya, senapan SKS.

AKMS dengan receiver Tipe 4B (atas), dan AK-47 dengan Tipe 2A.

Pada awalnya produksi receiver (bagian badan senapan yang berisi mekanisme penembakan) menemui banyak masalah. Model produksi pertama menggunakan receiver yang terbuat dari stamping (cetak besi) lembaran logam. Masalah yang ditemui adalah sulitnya mengelas railing pemandu dan ejektor, yang akhirnya menyebabkan banyaknya penolakan. Tapi masalah ini tidak menghentikan produksi, sebagai penyelesaiannya, receiver stamping logam digantikan dengan receiver machined (dibentuk dengan alat/mesin khusus). Proses ini memang lebih mahal, tapi untungnya alat-alat dan pekerja yang dibutuhkan sudah tersedia, sebelumnya dipakai untuk produksi Mosin-Nagant. Karena masalah-masalah tadi, Uni Soviet baru bisa mendistribusikan senapan-senapan ini secara luas pada tahun 1956. Pada saat yang bersamaan, produksi senapan pendahulu AK-47, SKS, tetap berlanjut.

Setelah masalah produksi berhasil diselesaikan, pada tahun 1959 sebuah rancangan baru dirumuskan dan diberi nama AKM (M untuk modernisasi—dalam bahasa Rusia: Автомат Калашникова Модернизированный). Model baru ini menggunakan receiver stamping logam dan dilengkapi sebuah muzzle break di ujung laras, untuk mengurangi tendangan. Selain itu ditambahkan juga penahan hammer (palu pemukul peluru) agar senapan bisa menembak dengan baik pada pilihan tembakan full-otomatis. Model baru ini lebih ringan dari model awal, sekitar dua-pertiga berat awal. Mayoritas produksi senapan Kalashnikov di luar Rusia, dengan lisensi maupun tanpa lisensi, menggunakan model AKM ini, karena mudahnya pembuatan receiver stamping. Model inilah yang paling banyak ditemui dan diproduksi di seluruh dunia. Tetapi, hampir semua senapan buatan Kalashnikov biasa disebut AK-47, ini adalah keliru, sebab AK-47 hanya adalah senapan-senapan yang menggunakan tiga model receiver paling awal. Gambar di samping memperlihatkan perbedaan antara receiver machined AK-47 Tipe 2, dengan receiver stamping AKM Tipe 4, misalnya digunakannya sekrup dan bukan pengelasan, serta perbedaan lesung kecil di atas magazen.

Tipe receiver Penjelasan
Tipe 1A/B Receiver stamping AK-47 pertama. -1B dimodifikasi untuk popor lipat. Yaitu sebuah lubang tersedia pada kedua sisi, untuk dipasang popor lipat ke bawah. (penamaan B ini tetap sama untuk selanjutnya)
Tipe 2A/B Menggunakan besi machined.
Tipe 3A/B Versi “final” receiver machined, terbuat dari baja. Receiver AK-47 yang paling banyak ditemui.
Tipe 4A/B Receiver stamping AKM. Desain yang paling banyak dipakai pada pembuatan senapan AK.

Fitur

AK-47 adalah senapan yang sederhana, tidak mahal untuk diproduksi, dan mudah dibersihkan dan dirawat. Ketahanan dan kehandalannya terkenal legendaris. Piston gasnya yang besar, keleluasaan jarak pada bagian-bagian mekaniknya, dan desain pelurunya, membuat AK-47 bisa tetap menembak dengan lancar walaupun komponen dalamnya terisi kotoran atau benda asing. Tapi kehandalan ini sedikit mengorbankan akurasi, karena toleransi yang besar pada bagian mekaniknya tidak menjamin ketepatan dan kekonsistenan yang terdapat pada senapan-senapan yang lebih akurat.

Bidikan belakang AK-47 bisa diatur, dengan setingan jarak yang selisihnya masing-masing 100 meter. Bidikan depan juga bisa diatur setingan elevasinya di lapangan. Dan setingan horizontal diatur di gudang senjata sebelum diberikan ke pemakai. Setingan bidikan standar diatur untuk menempatkan peluru beberapa sentimeter di atas atau di bawah titik yang dibidik, pada jarak 250 meter. Setingan “point-blank” seperti ini dipakai agar penembak tidak perlu mengubah setingan alat bidik pada jarak dekat. Setingan seperti ini sama dengan yang digunakan untuk Mosin-Nagant dan SKS, agar memudahkan masa peralihan dan pelatihan.

Lorong laras dan kamar peluru, serta piston gas dan interior silinder gas AK-47 biasa dilapisi dengan krom. Ini sangat membantu memperpanjang umur alat-alat tersebut, karena mencegah korosi dan karat. Dan ini sangat penting, mengingat amunisi pada abad ke-20 sering berisi unsur merkuri yang korosif, yang mengharuskan pembersihan secara rutin untuk mencegah kerusakan. Pelapisan krom pada bagian-bagian penting senapan sekarang sudah lazim pada senjata-senjata modern.

Pengaruh terhadap kebudayaan

Pada masa Perang Dingin, Uni Soviet, Tiongkok, dan Amerika Serikat memberikan peralatan dan teknologi kepada negara-negara sekutu mereka, beserta pasukan-pasukan pemberontak yang mereka dukung. Pada masa itu terjadi penyebaran besar-besaran AK-47 oleh Uni Soviet dan Tiongkok kepada negara-negara dan grup-grup pro-komunis, misalnya Sandinista Nikaragua dan Viet Cong. Desain AK-47 disebarkan ke 55 angkatan bersenjata dunia.

Penyebaran AK-47 ini tidak hanya terlihat dari jumlahnya saja, AK-47 ada di dalam bendera dan lambang Mozambik. Selain itu juga terdapat pada lambang Burkina Faso, dan bendera Hizbullah. “Kalash”, kependekan dari “Kalashnikov”, dipakai sebagai nama anak laki-laki di beberapa negara di Afrika.

Di Amerika, pembuat film sering mempersenjatai penjahat dan teroris dengan AK-47. Banyak pula permainan komputer, permainan video, dan lagu-lagu rap yang menampilkan AK-47. Pembuat mainan dan industri airsoft juga memproduksi jutaan replika AK-47.

Varian

Seorang prajurit Romania membantu seorang prajurit AS menembakan RPK, versi senapan mesin ringan dari AK-47.

Varian-varian Kalashnikov adalah:

  • AK-47 1948–51, 7,62 × 39 mm — Model paling awal, yang menggunkan receiver stamping Tipe 1, dan sudah sangat langka.
  • AK-47 1952, 7,62 x 39 mm — Menggunakan receiver machined dengan popor dan pegangan kayu. Laras dan kamar peluru dilapisi krom untuk mencegah korosi. Berat senapan 4,2 kg.
  • AKS-47 — Menggunakan popor lipat ke bawah yang mirip popor MP40 Jerman.
  • RPK, 7,62 x 39 mm — Versi senapan mesin, dengan laras yang lebih panjang dan bipod (penyangga kaki 2).
  • AKM, 7,62 x 39 mm — Lebih sederhana dan lebih ringan dari AK-47; menggunakan receiver Tipe 4 yang terbuat dari logam stamping. Berat menurun jadi 3,61 kg, karena receiver yang lebih ringan.
  • AKMS, 7,62 x 39 mm — Versi AKM yang menggunakan popor lipat ke bawah atau ke samping.
  • AKMSU, 7,62 x 39 mm — Versi pendek dari AKM yang menggunakan popor lipat ke bawah. Panjang laras 35 cm.
  • Seri AK-74, 5,45 x 39 mm — Lihat artikel utama.
  • Seri AK-101, 5,56 x 45 mm — Lihat artikel utama.
  • Seri AK-103, 7,62 × 39 mm — Lihat artikel utama.
  • Seri AK-107/108 — Lihat artikel utama.

Pada tahun 1978, Uni Soviet mulai menggantikan senapan AK-47 dan AKM dengan rancangan yang lebih baru, yaitu AK-74.

Produksi di luar Rusia

AKM buatan Romania, AIM. Receiver Tipe 4A.

KbK AK/PMK buatan Polandia. Receiver Tipe 3A.

Kbk AKS/PKMS buatan Polandia. Receiver Tipe 3B.

Kbk AK/PNG60 buatan Polandia. Dengan pelontar granat dan magazen khusus untuk menembakan granat. Receiver Tipe 3A. Yang terdaftar hanya varian militer saja. Rangkuman dari informasi yang terdapat pada buku Poyer, The AK-47 and AK-74 Kalashnikov Rifles and Their Variations.

Negara Varian
Albania Automatiku Shqiptar model 56 (ASH-78 Tip-1).
Bulgaria AKK (Tipe 3 AK-47), AKKS (Tipe 3 dengan popor lipat samping)
AKKMS (AKMS) AKKN-47 (bisa dipasang bidikan malam NPSU)
AK-47M1 (Tipe 3 dengan polimer hitam menggantikan kayu)
AK-47MA1/AR-M1 (sama dengan M1, tapi memakai peluru 5,56 mm NATO)
AKS-47M1 (AKMS memakai 5,56 mm NATO), AKS-47MA1 (sama dengan AKS-47M1, tapi hanya semi-automatis)
AKS-47S (AK-47M1, versi pendek, popor lipat Jerman Timur, alat bidik laser)
AKS-47UF (versi pendek -M1, popor lipat Rusia), AR-SF (sama dengan -47UF, tapi memakai 5,56 mm NATO)
AKS-93SM6 (serupa dengan -47M1, tidak bisa dipasang pelontar granat)
RKKS, AKT-47 (senapan latihan, kaliber .22)
Jerman Timur MPi-K (AK-47), MPi-KS (AKS), MPi-KM (AKM), MPi-KMS72 (AKMS)
Mesir AK-47, MISR 7.62 (AKM), Maadi
Hungaria AKM-63, AMD-65, AMD-65M, AMMSZ, AMP, NGM 5,56
Irak Tabuk (M70B1, and M70AB2)
Senapan runduk Tabuk (M70B1 dengan laras 23,6 inci, alat bidik optik, dan popor khusus)
Myanmar MA1, MA4 (berdasarkan buatan Tiongkok, menggunakan peluru kaliber NATO)
Korea Utara Type 58A (Type 3 AK-47), Type 58B (popor lipat besi), Type 68A (AKM-47), Type 68B (AKMS)
Tiongkok Type 56 Rifle (bukan Karabin), Type 81, Type 87
Polandia Kbk AK/PMK (AK-47), Kbk AKS/PKMS (AKS), Kbk Ak PNG60, Kbk AKM/PMKM (AKM), KbK AKMS/PMKMS, Kbk wz. 88 Tantal (AK-74 dengan popor lipat samping), Kbk wz. 96 Beryl
Romania AI (AK-47), AIS (AKS), AIM, AIMS (AKM, AKMS), AIR
Yugoslavia
M70, M70A, M70AB2 M64 (AK-47 dengan laras lebih panjang), M64A (dengan pelontar granat), M64B (M70 dengan popor lipat)

Lisensi

Rusia telah berkali-kali mengatakan bahwa mayoritas produsen ini memproduksi AK-47 tanpa lisensi dari IZhMASh. Perusahaan IZhMASh sendiri telah mematenkan AK-47 pada tahun 1999, dan seharusnya paten ini mencegah produksi senapan yang tanpa izin

Sumber : http://wikipedia.org
                    http://teringan.blogspot.com

About these ads